Menangani Obesitas dengan Akupuntur Pelangsingan; Metode serta Efek Sampingnya
Menangani
obesitas dengan akupuntur pelangsingan, apakah efektif? Perlu kita
cermati bahwa seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya
mobilitas manusia, banyak orang melupakan pentingnya mengkonsumsi
makanan sehat berimbang dan olah raga karena segala sesuatu dituntut
instan. Sebagai akibatnya, banyak orang di zaman sekarang ini yang
mengalami kelebihan berat badan atau lazim pula disebut sebagai
obesitas.
Operasi sedot lemak mungkin adalah pilihan terbaik dan tercepat yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Akan tetapi, metode ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagi mereka yang ingin mendapatkan berat badan seimbang namun tidak dapat menempuh jalan operasi karena terlalu mahal atau karena alasan lain, maka mungkin teknik tusuk jarum atau akupuntur dapat menjadi pilihan.
Akan tetapi, sebelum praktisi menangani obesitas dengan terapi akupuntur pelangsingan ini, pasien sebelumnya akan diberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui penyebab utama obesitas yang dialami. Hal ini mutlak diperlukan agar praktisi dapat menentukan titik-titik mana yang harus di terapi. Pada umumnya, salah satu yang akan digunakan oleh terapis adalah “multi target” yang secara khusus dirancang untuk menurunkan berat badan dengan meningkatkan output dari kelenjar hipofisis.
Hingga
saat ini, belum ditemukan bukti otentik akan efek samping dari terapi
tusuk jarum atau akupuntur ini. Mungkin, sebagian orang mengkhawatirkan
kemungkinan terjadinya infeksi karena terapi menggunakan jarum yang
rentan menghantarkan bakteri atau virus. Resiko terjadinya infeksi pada
bagian yang ditusuk telah diminimalisir sedemikian rupa dengan
penggunaan jarum sekali pakai. Yang berarti bahwa jarum yang digunakan
untuk terapi tidak akan digunakan lagi atau dibuang. Dalam penelitian,
belum pernah ditemukan kasus di mana orang yang menderita penyakit
tertentu resistant terhadap terapi akupuntur. Rasa nyeri yang timbul
saat jarum dimasukkan ke dalam lapisan kulit adalah hal biasa yang
sekaligus menjadi pertanda bahwa syaraf-syaraf pada tubuh terangsang.
Oleh karena itu, menangani obesitas dengan akupuntur pelangsingan kini menjadi alternatif favorit selain operasi sedot lemak yang menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Operasi sedot lemak mungkin adalah pilihan terbaik dan tercepat yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Akan tetapi, metode ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagi mereka yang ingin mendapatkan berat badan seimbang namun tidak dapat menempuh jalan operasi karena terlalu mahal atau karena alasan lain, maka mungkin teknik tusuk jarum atau akupuntur dapat menjadi pilihan.
Metode Yang Digunakan
Tusuk jarum atau akupuntur adalah suatu bentuk terapi kesehatan holistik yang menggunakan jarum sebagai media. Jarum digunakan untuk merangsang titik-titik tertentu di dalam tubuh untuk membantu mengeluarkan suatu zat yang bernama endorphin. Zat ini sangat vital untuk dikendalikan karena apabila seseorang mengalami kelebihan zat ini di dalam tubuhnya, maka pada umumnya nafsu makan akan sulit untuk dikendalikan. Tusuk jarum mampu melepaskan endorphin dari dalam tubuh sehingga nafsu makan dapat dikendalikan.Akan tetapi, sebelum praktisi menangani obesitas dengan terapi akupuntur pelangsingan ini, pasien sebelumnya akan diberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui penyebab utama obesitas yang dialami. Hal ini mutlak diperlukan agar praktisi dapat menentukan titik-titik mana yang harus di terapi. Pada umumnya, salah satu yang akan digunakan oleh terapis adalah “multi target” yang secara khusus dirancang untuk menurunkan berat badan dengan meningkatkan output dari kelenjar hipofisis.
Efek Samping yang Mungkin Ditimbulkan
Hingga
saat ini, belum ditemukan bukti otentik akan efek samping dari terapi
tusuk jarum atau akupuntur ini. Mungkin, sebagian orang mengkhawatirkan
kemungkinan terjadinya infeksi karena terapi menggunakan jarum yang
rentan menghantarkan bakteri atau virus. Resiko terjadinya infeksi pada
bagian yang ditusuk telah diminimalisir sedemikian rupa dengan
penggunaan jarum sekali pakai. Yang berarti bahwa jarum yang digunakan
untuk terapi tidak akan digunakan lagi atau dibuang. Dalam penelitian,
belum pernah ditemukan kasus di mana orang yang menderita penyakit
tertentu resistant terhadap terapi akupuntur. Rasa nyeri yang timbul
saat jarum dimasukkan ke dalam lapisan kulit adalah hal biasa yang
sekaligus menjadi pertanda bahwa syaraf-syaraf pada tubuh terangsang.Oleh karena itu, menangani obesitas dengan akupuntur pelangsingan kini menjadi alternatif favorit selain operasi sedot lemak yang menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar