Efek Samping Akupuntur, Ada atau Tidak?
Efek samping akupuntur
atau tusuk jarum, apakah ada? Pengobatan dengan tusuk jarum atau
akupuntur telah dikenal sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang
lalu. Pengobatan ini mulai berkembang di negara Cina yang seiring dengan
berjalannya waktu, mulai dikenal dan merambah negara lain. Di Indonesia
sendiri, istilah akupuntur sudah sangat dikenal.
Banyak yang percaya bahwa dengan terapi ini banyak penyakit yang bahkan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis dapat diatasi. Namun, manfaat akupuntur juga bukan hanya digunakan untuk penyembuhan namun juga diterapkan untuk kecantikan dan kesehatan. Banyak yang bertanya-tanya tentang mengenai efek samping dari terapi pengobatan ini. Apabila ada, apa saja itu?
Pada
umumya, terapi akupuntur atau tusuk jarum tidak memiliki efek samping
yang berbahaya. Pada saat jarum ditusukkan ke kulit, rasa nyeri yang
ditimbulkan tidak terlalu mengganggu. Rasa nyeri, ngilu atau pegal yang
ditimbulkan dikatakan sebagai tanda terangsangnya sistem syaraf pasien.
Kecil sekali kemungkinan adanya pendarahan, terkecuali bagi mereka yang
memang mengalami kelainan pada hemoglobin darah.
Bahaya infeksi yang kemungkinan timbul, dapat diminimalisir dengan penggunaan jarum sekali pakai. Beberapa penelitian juga tidak menemukan adanya bahaya yang dapat timbul berkenaan dengan penggunaan jarum atau terapi ini. Setidaknya, fakta ini menunjukkan bahwa efek samping akupuntur yang berbahaya, yang selama ini dpertanyakan, tidak terbukti.
Banyak yang percaya bahwa dengan terapi ini banyak penyakit yang bahkan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis dapat diatasi. Namun, manfaat akupuntur juga bukan hanya digunakan untuk penyembuhan namun juga diterapkan untuk kecantikan dan kesehatan. Banyak yang bertanya-tanya tentang mengenai efek samping dari terapi pengobatan ini. Apabila ada, apa saja itu?
Efek Positif Akupuntur
Secara umum, akupuntur atau tusuk jarum dipercaya sangat berkhasiat bagi kesehatan atau penyembuhan penyakit. Metode yang digunakan adalah dengan menusukkan jarum-jarum halus pada titik-titik tertentu di permukaan tubuh. Dengan metode ini, pasien akan mendapatkan beberapa efek samping akupuntur yang positif, sebagai contoh;- Rasa nyeri berkurang
- Daya tahan tubuh meningkat
- Produksi hormon dapat dikendalikan
- Kulit dan selaput lendir menjadi peka
- Sirkulasi darah meningkat
- Otot yang kaku dapat terelaksasi sempurna
- Akupuntur medis yang digunakan untuk mengobati penyakit umum seperti gangguan pencernaan, rematik, arthritis, gangguan hormonal, migrain, insomnia, keseleo, salah urat, sakit pinggang, stroke, asam urat, liver, stroke, gangguan seksualitas dan lain-lain.
- Akupuntur kecantikan atau kosmetik yang dikhususkan untuk menaikkan atau menurunkan berat badan, menghilangkan jerawat dan flek hitam, mengurangi kerutan di wajah, mengobati kebotakan atau kerontokan rambut dan sebagainya.
Efek Negatif Akupuntur
Pada
umumya, terapi akupuntur atau tusuk jarum tidak memiliki efek samping
yang berbahaya. Pada saat jarum ditusukkan ke kulit, rasa nyeri yang
ditimbulkan tidak terlalu mengganggu. Rasa nyeri, ngilu atau pegal yang
ditimbulkan dikatakan sebagai tanda terangsangnya sistem syaraf pasien.
Kecil sekali kemungkinan adanya pendarahan, terkecuali bagi mereka yang
memang mengalami kelainan pada hemoglobin darah.Bahaya infeksi yang kemungkinan timbul, dapat diminimalisir dengan penggunaan jarum sekali pakai. Beberapa penelitian juga tidak menemukan adanya bahaya yang dapat timbul berkenaan dengan penggunaan jarum atau terapi ini. Setidaknya, fakta ini menunjukkan bahwa efek samping akupuntur yang berbahaya, yang selama ini dpertanyakan, tidak terbukti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar